Thursday, 1 September 2011

Ruang 1

Hafiz Zainuddin

Ruang adalah berkenaan 'kesedaran' dan masa. Masalah utama yang berlaku samada terjadi kepada masyarakat setempat, komuniti-komuniti kecil maupun individu bebas adalah persoalan ruang. "Tiada ruang secukupnya"-termasuk dalam pertubuhan-pertubuhan politik maupun NGO.

Ruang; dalam ertikata lain adalah renggang peluang untuk berpartisipasi dengan lebih terbuka, aktif dan berkesan dalam membawa mesej maupun perubahan terhadap struktur organisasi dan masyarakat. Setidak-tidaknya berjaya menerobos sempadan diri untuk melakukan perkara-perkara luar kebiasaan. Terbang sebagai contoh.

Kita harus melihat persoalan ruang ini sebagai persoalan utama sebab tanpa ruang; kita maupun organisasi- telah dengan sengaja atau tidak sengaja menterhadkan (melimitasi) kemampuan untuk lebih aggresif dan tanpa ruang, samada kita sebagai individu bebas maupun organisasi: akan tempang. Sedang dan telah tempang.

Masyarakat harus memberi ruang kepada individu-individu bebas maupun organisasi untuk mengetengahkan ide-ide baharu. Orang-orang tua memberi ruang kepada kalangan muda dan begitulah seterusnya. Cara yang terbaik-ruang itu perlu bukan sahaja 'diberi' tetapi harus dikecapi dengan jalan yang lebih aggresif dan berani. Kerana orang-orang tua dan masyarakat yang kesedaran mereka telah mati atau tumpul-terlalu lalai dengan drama-drama lingkung pemikiran Rashid Sibir, Razak Mohideen, Yusof Haslam dan seumpamanya.

'Ruang' adalah peluang. Dari situ-kita bisa saja mencipta cetusan-cetusan baru yang hidup dan mampu membentuk satu daya-tata sosial yang lebih bermakna dari menghadiri mesyuarat maupun program Rukun Tetangga di komuniti kita; dan lihatlah bagaimana nanti; masyarakat maupun individu bebas akan sedar kepentingan terhadap ruang dalam hidup mereka serta menghargainya.

Tuesday, 30 August 2011

SALAM LEBARAN


Continuallybebas mengucapkan Salam Idulfitri Maaf Zahir Batin buat semua!

Monday, 22 August 2011

trailer "Semarak Perjuangan"



"SEMARAK PERJUANGAN" adalah dokumentari selama 45 minit yang membincangkan isu perhimpunan aman bersih 2.0 dan dokumentari ini juga didedikasi khas buat semua AKTIVIS PAS KAWASAN TAMBUN.

Penerbit-PAS KAWASAN TAMBUN

Pengarah-Ustaz Lukmanulhakim b. Abu Kosim

Pengarah seni kreatif-Kyl Mohammad

Ketua Analisa-Hafiz Zainuddin

Konsep-Komuniti Continuallybebas



Tuesday, 9 August 2011

januari

Wahyudi MY

asap-asap rancu menyelinap di antara selirat bunyi-bunyian. membentur pada deretan etalase yang memantulkan orok jingga di ufuk timur. daun-daun kering berhamburan di emperan. Sepanjang mozek-mozek kusam yang terpajang. Sepanjang debu-debu yang mencumbu di alis pintu.

Ada origami swan tergantung di balkoni, kaktus kecil di jendela, sebuah bar reggae dengan kerjap neon-neon merah, hijau, biru, jingga, jingga, jingga, ................. sephia?

Seorang biduan melagukan puisi, puisi yang sedih. Menanti malam tiba, botol-botol bir, wiski, vodka, dan entah apa lagi, meraikannya.

di luar, di remang lampion, di perempatan yang pucat, di mana kunang-kunang bersenggama; malam adalah hitam. malam adalah kutukan sang bulan kepada para kekasih.meski masih terdengar , sayup-sayup dalam gema kota, lelaki tua itu meniupkan harmonikanya. dalam pesona blues yang memikat. seperti irama waktu. 

seperti jarum jam yang merangkak perlahan. bising. tapi kita seperti tak mendengar apa-apa.

Bulan semi. di antara reruntuhan angin selatan, gonggong anjing samar-samar bersahutan. melepasi bilah-bilah pijar kalimantang yang merobek sisi gelap rumah-rumah sederhana (yang seakan menyimpan rahsia). 

kota adalah nyali para masokis yang dijerut oleh hitam tar yang memadat. menguap sesak bersama aroma alkohol yang merembes di tingkap. menjelma embun.
menjelma embun agar malam tetap dingin.

Ketika cahaya hampir absen, biarkan para pengamen yang berkeliaran mendendangkan tembangnya yang penghabisan. 

kepada bulan. kepada bintang. kepada nyamuk-nyamuk yang berpesta pora di cakrawala.
kepada pengap knalpot yang meremang di udara. kepada anjing-anjing malam yang insomnia. 
kepada pajangan mural-mural di konkrit- semen bangunan.
kepada saké hangat yang mengalir sepi di tenggorokan. 
kepada hidup. 
kepada mati. 
kepada puisi... 
kepada Januari yang berahi...         -dipetik dari zine distorsi

Monday, 1 August 2011

aku...

syaitan bersiul... aku bersiul...
aku berjalan... syaitan mengikut...
ku toleh kiri... ku toleh kanan...
kiri kanan kiri kanan kiri kanan...
dia berada di atas...
herdik... kencing... berak... tepat di kepala...
tepuk tangan kuat-kuat biar sampai putus tangan kau syaitan!
dibawah dagu ku ada malaikat...
separuh bogel tapi kuat...
tapi dia pulak buat hal!
malas kerja tapi claim over time...
terkejut aku melihat syaitan,lompat-lompat keseronokan...
malas aku nak layan malaikat,badan bersih kencing kuat...
jadi aku berjalan-jalan, hilangkan stress tepi sungai...
ada pokok... ada batu.... ada air... ada debu...
sambil bersiul mendendangkan lagu negaraku...
bersama babi dan dibawahnya adalah dosa ku... -kyl-